Mengapa bukan SAYA

Posted on 17 April 2008 by fie.
Categories: BeAutiFuLL.

Bread For Friends & A Cup of Tea # 103

Mengapa bukan SAYA

Editor : Lintong Simaremare  

“Hidup itu harus pintar-pintar”. Demikian nasihat yang sering dikatakan orang tua kita saat melepas anaknya yang akan memasuki dunia ‘nyata’. Nasihat itu sering ditafsirkan macam-macam oleh kita-kita ini jika menyangkut nasib atau sesuatu yang bisa kita peroleh atau yang ingin kita dapatkan.

Satu hal yang paling sering kita lihat adalah banyaknya orang-orang yang cenderung berlari - berlari ke rasa aman yang diciptakan program kesejahteraan dari pemerintah atau perusahaan, rasa aman dari teman, rasa aman dari penopang sosial. Orang-orang semakin banyak yang bersembunyi dari peran nyata, dan lebih senang menonton film dan membaca buku yang menggambarkan pahlawan yang meraih prestasi fiktif dalam kehidupan. Senang dengan cerita perjuangan bisnis orang lain hingga meraih sukses dan manikmati plisiran ke seluruh negeri atau yang menikmati saat terbenanmya matahari dari Fiji.

Mereka puas bila orang lain yang melakukan perjuangan dan hal-hal kehidupan yang sebenarnya mereka lakukan, tapi mereka tidak mencobanya. Satu pertanyaan yang mungkin jarang kita tanyakan  pada diri sendiri adalah ,”Mengapa bukan SAYA ?”. Coba kita bayangkan jika pertanyaan sederhana itu sering kita tanyakan pada diri kita, apa kira-kira yang terjadi? Saya pikir Anda akan sepakat jika saya menjawab bahwa akan semakin banyak orang yang mempunyai pilihan yang berbeda dalam menjalani hidup, dan tentunya akan semakin banyak yang semangat berprestasi, akan semakin banyak orang yang meraih sasaran yang ditetapkannya sendiri.

Memberi makna pada hidup berarti memberi kualitas pada rentetan hidup dengan mengukir prestasi demi prestasi. Kebahagiaan berbarengan dengan prestasi, makanya hidup bisa bahagia sepanjang waktu. Nilai hidup bukan terletak pada panjangnya hari-hari, namun penggunaan kita atas hari-hari itu. Seseorang bisa saja berumur panjang, tapi hanya sedikit memeproleh nilai hidup. Tidak berlebihan jika ada pernyataan yang mengatakan, “Tua itu pasti, dewasa itu pilihan”.

     



 

cup of TeaÒ :

Gantilah kata ‘SAYA’ menjadi nama Anda pada kalimat dibawah ini.

“Anda bisa menciptakan prestasi setiap saat !”.@Lint

3 comments.



  oedien
Comment on April 17th, 2008.

Bahagia adalah tujuan hidup…Tapi seperti apa bahagia itu.. setiap manusia memiliki standart dan penafsiran masing-masing…

Comment on April 17th, 2008.

emm..

  fie
Comment on April 18th, 2008.

thx 4 ur comment …
memang …
kebahagian bisa dicapai dengan cara apapun dan orang yang merasa bahagia adalah orang merasa beruntung dan bisa mensyukuri atas apa yang telah diberikan Tuhan pada kita
:)

Leave a comment

Names and email addresses are required (email addresses aren't displayed), url's are optional.

Comments may contain the following xhtml tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>